Kenali Dampak Kecanduan Infinite Scrolling Pada Kesehatan Mental dan Cara Pengendaliannya


Berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk bermain sosial media selama satu hari, satu jam? Dua jam? Atau bahkan berjam-jam hingga Anda menghabiskan seluruh waktu Anda di hari itu untuk bermain sosial media?

Media sosial telah menjadi bagian besar dari kehidupan manusia sehari-hari. Pekerjaan, hiburan, proses belajar, dan berkomunikasi dengan orang terdekat hampir semua sudah dilakukan di media sosial. Media sosial akan menjadi hal yang baik ketika digunakan secara bijak tetapi ketika digunakan secara berlebihan akan menjadi boomerang bagi individu itu sendiri.

Rata-rata orang aktif menggunakan media sosial selama sekitar 2 jam 27 menit setiap harinya dan jumlahnya terus bertambah setiap tahun dan menariknya rata-rata orang membuka telepon genggamnya sebanyak 52 kali sehari.

Jika Anda sudah mulai menghabiskan seluruh waktu Anda untuk melihat konten-konten di sosial media setiap hari dan tidak ada berhubungan sosial dengan orang "nyata" di lingkungan Anda, artinya Anda harus membaca artikel ini sampai selesai.




Apa Itu Infinite Scrolling

Infinite scrolling adalah fitur yang ada di media sosial untuk membantu pengguna dalam menelusuri postingan atau artikel dengan lancar tanpa mengklik halaman. Fitur praktis ini sangat membantu pengguna untuk menelusuri postingan atau artikel karena terus muncul dengan sendirinya.

Pertama kali fitur ini diciptakan oleh insinyur Aza Raskin pada tahun 2006 yang kemudian dikembangkan oleh Paul Irish menjadi plugin Java Script.

Fitur ini sangat mempermudah pengguna dan memberikan pengalaman yang baik pada pengguna, tetapi dengan berkembangnya fitur ini menjadi sebuah fenomena yang terjadi pada kehidupan sehari-hari. Fenomena yang disebut dengan "Scrolling tanpa batas."

"Infinite Scroll sekarang bukan sekedar istilah deskriptif  fungsi situs web, tetapi juga menjadi fenomena yang terjadi pada kehidupan sehari-hari."

Erin Rupp 


Situs Media Sosial Dengan Infinite Scrolling

Infinite scrolling ada dimana-dimana. Banyak situs media sosial yang menggunakan fitur ini untuk memudahkan penggunanya dalam menikmati dan menjelajahi konten lebih banyak lagi. 

Beberapa situs media sosial yang populer dan menggunakan fitur ini seperti Facebook, Instagram, Twitter, Pinterest dan Tiktok. 

Anda mungkin tidak menyadarinya ketika fitur ini mulai dijalankan pada situs-situs tersebut. Seperti saat Anda menonton video di Youtube ketika video tersebut selesai, video selanjutnya akan langsung otomatis dimuat. Ketika Anda menelusuri video-video pendek di Tiktok tidak akan pernah habis meski Anda sudah berkali-kali "scrolling."




Fenomena Infinite Scrolling yang Membuat Kecanduan

Kebiasaan scrolling tanpa henti yang dilakukan setiap hari lambat laun akan menjadi sebuah gangguan kecanduan. Pertanyaan yang sering timbul dari fenomena ini adalah apakah ini sebuah  kecanduan atau hanya kebiasaan?

Banyak istilah pada variabel Psikologi yang dapat menggambarkan fenomena ini seperti social media addiction, problematic social media use dan compulsive social media use yang sudah banyak dilakukan penelitiannya dan salah satunya adalah penelitian Sun & Zhang pada tahun 2021 dengan mengatakan fenomena itu sangat berkaitan dan mengacu pada gejala kecanduan. 

Pada awalnya perilaku tersebut akan dianggap sebagai perilaku kebiasaan yang terjadi secara normal, namun ketika sudah mengubah kebiasaan, mengganggu kehidupan sehari-hari maka itu akan menjadi sebuah kecanduan yang harus segera ditangani dengan sadar. 

Penelitian Sun & Zhang menemukan suatu fakta ternyata penggunaan sosial media secara komplusif akan berdampak pada kepuasan hidup manusia itu sendiri. 




Dampak Pada Kesehatan Mental

Perilaku kecanduan "scrolling" media sosial akan sangat berdampak pada kepuasan hidup, masalah kesehatan mental dan penurunan produktivitas individu dalam menjalani kehidupan sehari-hari (Shun & Zhang, 2021). 

Hilangnya Produktivitas
Kebiasaan scrolling tanpa batas pada media sosial akan menyebabkan hilangnya produktivitas. Menyenangkannya kegiatan tersebut membuat Anda menjadi lupa tujuan awal Anda membuka aplikasi tersebut dan menjadi lupa waktu. Waktu yang sebenarnya harus digunakan untuk kegiatan yang lain untuk produktif menjadi dihabiskan untuk scrolling media sosial. 

Stress
Kurangnya aktivitas diluar ruangan, berbaur dengan alam dan makhluk hidup lainnya lambat laun akan membuat Anda stress dan merasa jenuh setiap harinya. Pandangan Anda hanya akan tertuju pada layar telepon genggam Anda.

Fear of Missing Out (FOMO)
Semakin sering Anda scrolling terus-menerus, semakin banyak Anda melihat konten yang sedang ramai diperbincangkan di sosial media. Ketika Anda tidak melihatnya dalam beberapa waktu, Anda akan merasa ketinggalan dan merasa takut tidak tahu.

Obsessive Complusive Disorder (OCD)
Tingkatan dampak yang harus wajib ditangani dengan serius oleh tenaga profesional. Ketika Anda merasa cemas, takut dan tidak terpuaskan ketika tidak melihat media sosial dalam beberapa waktu. Ketika Anda harus mengecek media sosial berulang kali untuk tidak merasa ketinggalan. Peningkatan perasaan cemas, takut, stress, depresi dan kelelahan.




Pengendalian yang bisa Anda Lakukan

Ketika Anda sudah mengalaminya, mungkin jika saran yang diberikan adalah "untuk tidak menggunakan media sosial lagi" adalah solusi yang tidak tepat karena banyak aktivitas positif juga yang harus dilakukan di media sosial seperti bekerja.

Berikut beberapa langkah yang bisa Anda praktekkan untuk mendapatkan kembali kendali atas diri dan waktu Anda.

Latih Perhatian
Hal pertama yang harus dilakukan dalam mengatasi kecanduan adalah kenali dengan sadar Anda kecanduan apa dan kenapa Anda bisa kecanduan hal tersebut. Ambil waktu khusus untuk merenungkan secara sadar dengan berdiskusi dengan diri Anda sendiri. Dengan mengidentifikasi penyebabnya, Anda akan dapat menghentikan kebiasaan itu karena sudah tahu sebab akibatnya. Mulai ambil waktu sebelum menjadi gangguan yang menjadi lebih serius. 

Tetapkan Batasan
Hal kedua yang harus Anda lakukan adalah menetapkan batasan pada penggunaan media sosial Anda. Anda harus menerapkan prinsip tegas pada diri Anda sendiri pada langkah kedua ini. Batasi berapa banyak waktu yang boleh Anda habiskan untuk berada di media sosial dalam waktu satu hari, batasi berapa banyak dan jenis informasi yang boleh Anda konsumsi. Jika Anda kesulitan untuk menerapkan batasan, Anda boleh menggunakan fitur yang ada di telepon genggam Anda seperti batasan waktu penggunaan ponsel atau matikan notifikasi ponsel.




"Kendalikan diri Anda jika Anda tidak ingin dikendalikan oleh media sosial, Saya tahu kok untuk tidak melihat video lucu itu sulit sekali"
Nofenda Dwi Pratiwi, S.Psi

Daftar Pustaka
Sun, Y., & Zhang, Y. (2021). A review of theories and models applied in studies of social media addiction and implications for future research. Addictive behaviors114, 106699. https://doi.org/10.1016/j.addbeh.2020.106699

Erin Rupp "The Infinite Scroll: Why It's So Addictive and How to Break Free" Freedom (2022), diakses pada 03 Juni 2024, https://freedom.to/blog/infinite-scroll/


Penulis dan Editor
Nofenda Dwi Pratiwi, S.Psi


#Kecanduanmediasosial #Fenomenainfinitescrolling #Fenomenascrolltanpabatas #Kecanduangadget #Stress #Depresi #Tidakproduktif #Kontenpsikologi #Psikologi #Sudutpandangpsikologi


Komentar

Postingan Populer