Gambaran Kompleksnya Peran Anggota Keluarga dan Adaptasi Terhadap Perubahan Melalui Teori Ecological Framework
Kasus Keluarga Ketrin
Ketrin bertanya kepada ibunya ”bu kenapa ayah mengantar dan menjemputku ke
sekolah, padahal anak-anak lain yang mengantar dan menjemput itu ibu?”
Ibunya menjawab ”Ayah sedang kehilangan pekerjaan dan sementara bertukar
posisi dengan ibu karena ibu lebih mudah untuk mencari pekerjaan”
Jawaban yang diberikan ibu adalah jawaban yang singkat, padat dan jelas
tetapi jauh di dalam tanggapan ibunya terdapat penjelasan yang rumit. Pada saat
itu lapangan kerja di sektor jasa perekonomian sedang mengalami pertumbuhan dan
mengakibatkan penataan ulang. Ayah Ketrin bekerja sebagai insinyur sipil di
sektor ekonomi dan menjadi korban dari penataan kembali dari sektor tersebut,
yang mana sektor pekerjaan tersebut di otomatisasi dan disederhanakan untuk
memangkas biaya dan bersaing di pasar ekonomi global, akibatnya beberapa
pekerja harus di PHK. Ibu Ketrin adalah seseorang yang memiliki pendidikan yang
baik dan pernah bekerja di bidang perbankan. Karena sektor jasa perekonomian
sedang berkembang, ibu Ketrin bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan.
Contoh kasus ini menggambarkan jika keluarga Ketrin beradaptasi dengan perubahan ekonomi dan sosial yang menciptakan penataan kembali peran dan tanggung jawab keluarga. Teori dari ecological framework atau kerangka ekologi adalah teori yang membahas mengenai adaptasi dan pertukaran peran dalam keluarga.
Sejarah Teori Ecological Framework
Teori ekologi dikembangkan oleh Bronfenbrenner. Teori ini sebenarnya lahir
dimulai dari bronfen melihat kesulitan yang dihadapi anak-anak selama masa
kerusuhan dan perubahan sosial yang cepat di Rusia. Kemudian muncul gagasan
tentang bagaimana faktor lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan anak yang
kemudian diperluas menjadi individu. Gagasan paling mendasar dari teori ekologi
adalah adaptasi. Contoh keluarga Ketrin diatas adalah keluarga sedang
beradaptasi dengan perubahan kondisi sosial dan ekonomi. Adaptasi dalam teori
ini memiliki jangkauan yang luas, konsep ini menjangkau hingga ke akar biologis
dan proses interaktif berskala besar pada tingkat populasi organisme.
Kepedulian terhadap keluarga dan lingkungan merupakan inti dari makna teori ekologi.
Ernst Haeckel (1873) seorang ahli biologi, orang pertama yang menemukan istilah ekologi dengan
bahasa jerman oekologie yang berarti rumah bagi setiap manusia atau
lingkungan. Ernst berfokus pada memahami hubungan yang terjadi antara makhluk
hidup dengan lingkungannya.
Kemudian pada saat itu terjadi industrialisasi yang tak terkendali
merajalela. Perusahaan-perusahaan yang membuat makanan yang tidak layak
konsumsi, munculnya limbah dll.
Ellen Swallow Richards (1907) seorang ahli kimia, mengusulkan ilmu baru mengenai ekologi manusia yaitu
teori mengenai lingkungan manusia dan dampaknya di dalam kehidupan. Bertujuan
untuk agar manusia tidak menjadi punah memberikan pendidikan mengenai
lingkungan alami dan buatan manusia hingga akibatnya pada kehidupan.
Robert Wollcott & CV
Shreve (1916), mendirikan Ecological Society of
American. Ketua dari perkumpulan itu Barrington Moore mendesak agar ekologi
manusia menjadi aspek ekologi yang sangat penting lalu kemudian ilmu ekologi
manusia sampai sekarang terus berkembang khusunya di keilmuan sosiologi.
Tradisi Intelektual Teori Ecological Framework
Studi mengenai ekologi manusia berasal dari banyak landasan intelektual dan
konseptual dari karya ekologi tanaman. Berfokus pada pembahasan dari Gregor
Mendel (1822-1884) mengenai teori ekologi keluarga. Mendel menggabungkan
pengembangan ontogenetik (riwayat pertahapan pertumbuhan dan perkembangan
individu) dalam interaksinya dengan lingkungan contohnya teori dari
Bronfenbrenner dan juga ahli teori keluarga yang lain juga percaya jika
sebagian perilaku keluarga dijelaskan oleh faktor biologis.
Mendel mengemukakan idenya mengenai ”mekanisme genetika yang mendorong
evolusi”. Karya Mendel sangat penting untuk genetika populasi, karena membawa
implikasi yang besar bagi teori evolusi dan teori ekologi.
Kemajuan dan perkembangan yang terjadi pada manusia sebagian besar
berkaitan dengan seleksi alam, seleksi alam adalah faktor penjelas dari
evolusi. Manusia yang mampu berevolusi dari seleksi alam berarti beradaptasi
dengan perubahan lingkungannya (adaptasi keluarga).
Asumsi Teori Ecological Framework
Individu dan kelompok bersifat biologis dan sosial, maksudnya adalah manusia secara individual maupun kelompok melekat secara biologi dan sosial di alam. Ini menghubungkan sifat dualistis alamiah dari manusia baik sebagai konstruksi biologi maupun budaya. Asumsi ini berpendapat jika perkembangan manusia disebabkan oleh biologi (alam) dan pengaruh lingkungan (pengasuhan/budaya) bukan pada salah satu saja.
Manusia bergantung pada lingkungannya untuk mendapatkan makanan, asumsi mengenai ketergantungan mengikuti asumsi yang pertama jika manusia hanya dapat bertahan hidup pada lingkungan yang kebutuhan biologisnya dapat terpenuhi. Kebudayaan manusia semakin berkembang tetapi manusia tetap bisa bertahan hidup dengan lingkungan yang tidak ramah ini dengan bantuan teknologi, tetapi teknologi juga memiliki batas.
Manusia bersifat sosial, manusia bergantung dengan manusia lainnya.
Manusia itu terbatas, siklus hidup dan kehidupan biologis, dalam asumsi ini manusia menjadikan waktu sebagai kendala dan juga sumber daya. Manusia memiliki siklus hidup yang menjadi fakta jika dalam kehidupan, manusia mengalami perubahan dan perkembangan umum spesies (perkembangan ontogenetik). Dan juga waktu adalah salah satu faktor evolusi dari suatu populasi.
Interaksi manusia diatur secara spasial, populasi manusia mengatur interaksi mereka dalam lingkungannya. Misal ketika kita naik pesawat kita akan melihat bagaimana penataan ruang aktivitas manusia.
Perilaku manusia dapat dipahami dalam beberapa tingkatan, dalam teori ekologi levelnya adalah populasi dan individu. Individu organisme dapat beradaptasi atau gagal beradaptasi dengan lingkungannya. Contoh kegagalan suatu populasi organisme untuk beradaptasi akan menyebabkan kematian pada individu organisme.
Konsep Teori Ecological Framework
Ekosistem
Ekosistem sebagai suatu pengaturan saling ketergantungan
dalam suatu populasi dimana keseluruhannya beroperasi sebagai satu unit dan
dengan demikian mempertahankan hubungan lingkungan yang berkelanjutan.
Ekosistem adalah bagian dari lingkungan yang lebih luas. Ekosistem mengandung
unsur keutuhan dan saling ketergantungan antar bagian. Ekosistem keluarga
terdiri dari sistem keluarga tertentu yang berinteraksi dengan lingkungannya.
Tingkat Ekologis
Salah satu tingkatan analisis yang umum digunakan dalam
teori evolusi adalah populasi. Populasi bukan hanya sekumpulan orang atau unit
dengan karakteristik yang sama. Populasi adalah suatu kumpulan unit yang
memiliki karakter unit berdasarkan organisasi internal.
Keluarga adalah salah satu ekosistem dimana individu
berkembang dan berinteraksi. Perkembangan individu dipengaruhi oleh serangkaian
sistem lingkungan yang saling berhubungan misal lingkungan sekitar (keluarga)
dan struktur masyarakat luas (budaya). Ada tingkat yaitu mikrosistem,
mesosistem, ekosistem dan makrosistem
Mikrosistem
Mencakup hubungan dan lingkungan terdekat individu, misal orang tua, saudara, teman sekelas dll. Hubungan dalam mikrosistem bersifat dua arah, artinya orang lain dapat mempengaruhi anak di lingkungannya dan mengubah keyakinan serta tindakan orang lain. Interaksi anak dengan orang-orang dan lingkungan tersebut secara langsung berdampak pada perkembangan. Misalnya, orang tua yang suportif dan suka membacakan buku untuk anak mereka dan memberikan kegiatan pendidikan dapat secara positif mempengaruhi keterampilan kognitif dan bahasa. Atau anak-anak yang mempunyai teman yang menindas mereka di sekolah mungkin mengalami masalah harga diri.
Mesosistem
Mesosistem melibatkan interaksi antar mikro. Misalnya, komunikasi terbuka antara orang tua dan guru anak memberikan konsistensi di kedua lingkungan. Namun, konflik antar mikrosistem ini, seperti orang tua dan guru yang saling menyalahkan atas nilai buruk anak, menimbulkan ketegangan yang berdampak negatif pada anak. Mesosistem juga dapat melibatkan interaksi antara teman sebaya dan keluarga. Jika teman seorang anak menggunakan narkoba, hal ini dapat memasukkan penggunaan narkoba ke dalam mikrosistem keluarga. Atau jika saudara kandung tidak akur, hal ini dapat berdampak pada hubungan teman sebaya.
Ekosistem
Meski tidak berinteraksi langsung dengan anak, ekosistem tetap mempengaruhi mikro. Misalnya, pekerjaan dan jadwal kerja orang tua yang penuh tekanan memengaruhi ketersediaan, sumber daya, dan suasana hati mereka di rumah bersama anak mereka. Keputusan dewan sekolah setempat mengenai pendanaan dan program berdampak pada kualitas pendidikan yang diterima anak. Bahkan pengaruh yang lebih luas seperti kebijakan pemerintah, media massa, dan sumber daya masyarakat membentuk sistem mikro anak. Misalnya, pemotongan dana seni di sekolah dapat membatasi paparan anak terhadap musik dan pengayaan seni.
Makrosistem
Unsur budaya mempengaruhi perkembangan anak, yang terdiri dari ideologi budaya, sikap, dan kondisi sosial di mana anak dibenamkan. Sistem makro berbeda dari ekosistem sebelumnya karena tidak mengacu pada lingkungan spesifik dari satu anak yang sedang berkembang, namun pada masyarakat dan budaya yang sudah mapan di mana anak tersebut berkembang. Keyakinan tentang peran gender, individualisme, struktur keluarga, dan isu-isu sosial membentuk norma-norma dan nilai-nilai yang meresap ke dalam sistem mikro anak. Misalnya, anak laki-laki yang dibesarkan dalam budaya patriarki mungkin disosialisasikan untuk mengambil peran maskulin yang mendominasi. Status sosial ekonomi juga memberikan pengaruh pada tingkat makro – anak-anak dari keluarga kaya kemungkinan besar akan memiliki lebih banyak keuntungan pendidikan dibandingkan anak-anak yang dibesarkan dalam kemiskinan. Bahkan dalam makrosistem yang sama, interpretasi terhadap norma berbeda-beda – tidak semua keluarga dari budaya yang sama memiliki nilai atau norma yang sama.
Niche
Setiap ekosistem mengandung niche, saling ketergantungan
dalam suatu ekosistem, tidak dari individu ke individu lain tapi niche yang
ditempati individu. Posisi unik yang ditempati oleh suatu spesies tertentu
berdasarkan rentang fisik yang bisa ditempati, dan peranan yang bisa dilakukan
dildalam komunitasnya. Kegiatan memberikan fungsi untuk pemeliharaan dan
adaptasi unit dilingkungan tertentu. Misal dalam keluarga, ayah berperan
sebagai pemberi nafkah.
Rentang Adaptif
Perkembangan ontogenetic organisme memberikan berbagai perilaku, tetapi setiap organisme tidak dapat beradaptasi diluar jangkauan pertumbuhannya. Misalnya, anak usia 2 tahun belum akan mampu memahami prinsip kekekalan materi karena tahap perkembangannya (misalnya, Piaget, 1952). Kecerdasan manusia mewakili rentang adaptif yang luas karena kita menerapkan teknologi (budaya) pada permasalahan yang sulit kita adaptasi secara organik (misalnya, perjalanan luar angkasa, eksplorasi bawah air
Perkembangan Ontogenetik
Perubahan yang datang dari struktur internalnya sendiri.
Bagi manusia, bagian biologis yang paling penting dari perkembangan adalah
pertumbuhan dan penuannya. Setiap unit dalam ekosistem mengalami perubahan dari
internalnya sendiri. Bagian sosial terpenting dari perkembangan internal ini
adalah pengalaman atau pendewasaan. Seperti yang dicatat oleh Piaget (1952) dan
yang lainnya, perkembangan ontogenetik dan perkembangan sosial saling terkait
erat. Memang benar, Bronfenbrenner (1979) menantang asumsi bahwa perkembangan
dapat didiskusikan secara bermakna sebagai hal yang terjadi di dalam organisme.
Ia berpendapat bahwa perkembangan selalu merupakan hubungan antara organisme
dan lingkungan terdekatnya
Seleksi alam dan adaptasi
Konsep keduanya adalah sisi yang berbeda dari proses yang sama. Seleksi alam adalah konsep dari hasil adaptasi, diperlakukan sebagai proses dalam populasi sedangkan adaptasi adalah proses pada tingkat individu. Jika suatu organisme atau populasi berhasil beradaptasi (bertahan) terhadap perubahan ekosistemnya (interelasi antar relung), maka organisme atau populasi tersebut belum “terseleksi”. Jika organisme tersebut tidak beradaptasi, maka ia telah “diseleksi."
Teori ekologi manusia belum menghasilkan satu set proposisi teoretis yang
seragam dan disepakati. Bronfenbrenner menyatakan beberapa konsep tetapi
berfokus pada kekuatan yang mendorong dan menghambat perkembangan manusia
dibandingkan berfokus secara eksklusif pada keluarga. Dalam pandangan ini,
keluarga adalah salah satu mikrosistem terpenting bagi perkembangan individu.
Keluarga menempati posisi penting dalam semua sistem sosial dengan menyediakan
makanan dan pengasuhan bagi anggota internalnya sambil menyediakan reproduksi
organisasi ekonomi dan sosial bagi masyarakat yang lebih luas.
1.
Individu
tumbuh dan beradaptasi melalui interaksi dengan ekosistemnya terdekatnya
(keluarga) maupun lingkungan yang lebih jauh seperti sekolah. perkembangan anak bersifat interaksional
2. Status
perkembangan individu tercermin dalam kemampuan individu untuk memulai dan
mempertahankan tingkat rentang adaptif yang baru dan mempertahankan perilaku
tersebut tanpa adanya arahan dari orang lain.
ketika individu atau populasi beradaptasi dan berkembang,
mereka mengubah interaksinya dengan lingkungannya. Dengan demikian, organisme
yang berkembang mengubah hubungan dalam ekosistem. Organisme (individu) &
ekosistem (keluarga). Perubahan ekosistem yang muncul akibat adanya pengetahuan
baru memunculkan fungsi (spesialisasi) yang baru atau peningkatan spesialisasi
dari fungsi yang lama dalam keluarga.
3. Ketika
salah satu anggota ekosistem mengalami perubahan perkembangan kemungkinan besar
anggota ekosistem lainnya juga akan mengalami perbahan.
Ketika anak berkembang, fungsinya dalam keluarga berubah
dari fungsi utama yang didukung dan dipertahankan menjadi fungsi yang semakin
simbiosis dan saling bergantung. Perubahan spesialisasi akan mengakibatkan
perubahan dalam hubungan antara fungsi didalam keluarga.
4. Lingkungan
yang berbeda mempunyai pola peran, aktivitas, dan hubungan yang berbeda bagi
orang-orang dilingkungan tersebut.
Misalnya, pasangan suami-istri menjadi semakin
terspesialisasi dalam peran (relung) ibu dan ayah dengan hadirnya seorang anak.
Peran-peran ini bersifat komensalistik (berbagi) dan bukan bersifat korporasi
(peran tersegmentasi). Ketika anak menjadi dewasa dan semakin terspesialisasi
sebagai konsumen dan produsen (perusahaan), orang tua menjadi kurang
terspesialisasi dalam bidang komensalistik dan lebih terspesialisasi dalam
bidang konsumsi dan produksi korporasi. Perbedaan yang saling melengkapi
(corporate) dan atas dasar persyaratan lingkungan dalam mendapatkan manfaat
(commensalistic).
5. Organisasi
keluarga adalah sistem pemrosesan yang melaluinya energi dan informasi diubah
menjadi aktivitas pendukung kehidupan (konsumsi atau komensalistik) dan
aktivitas peningkatan kehidupan (sosialisasi dan korporasi).
Dalam hubungan corporate kedekatan anggota keluarga (dalam keluarga) cenderung terlepas dari keterbukaan ekosistem. Ketika anak-anak semakin dewasa dalam peran mereka di perusahaan dan menjadi lebih saling bergantung, mereka cenderung mengikuti sistem normatif yang memunculkan ekosistem orang tua mereka. Oleh karena itu, anak-anak cenderung mereproduksi organisasi keluarga sesuai orientasi keluarga mereka tetapi di bawah batasan baru ekosistem yang telah berubah seiring berjalannya waktu. Hawley menyatakan bahwa “penutupan” ceruk adalah konsep yang relatif, namun ketika sebuah unit terlibat dalam lingkungan biofisik, seperti tugas-tugas yang lebih komensalistik atau berorientasi keluarga dalam membesarkan anak kecil, penutupan akan menjadi maksimal dan membantu menjamin stabilitas. dari sistem. Oleh karena itu, kita memperkirakan akan ada lebih banyak penolakan terhadap informasi mengenai perubahan peran dalam keluarga yang memiliki anak kecil.
Mari kita terapkan proposisi ini dengan kembali ke contoh
awal kita tentang ayahyang menjemput ketrin di sekolah. Ketrin ingin ibunya mengantarnya ke sekolah seperti anak lainnya, Ibu melakukannya. Keluarga
sedang melakukan reorganisasi peran karena adanya perubahan sosial dan ekonomi
yang kompleks, namun perubahan ini tidak dengan sendirinya dapat memprediksi
arah dan bentuk reorganisasi tersebut. Misalnya, orang tua Ketrin dapat
memutuskan bahwa peran tersebut harus dihentikan dengan mengirimkan Ketrin ke
kerabat lainnya. Ketrin menanggapi kenyataan bahwa keluarganya sedang mengatur
ulang peran mereka karena “perubahan spesialisasi melibatkan perubahan hubungan
antar fungsi” (Hawley, 1986, hal. 60). Ayah dan ibu Ketrin harus beradaptasi
dengan lingkungan ekonomi yang kompleks. Bagian dari adaptasi ini adalah bahwa
peran ayah didefinisikan ulang untuk menempati sebagian posisi yang
ditinggalkan oleh ibu yang sekarang bekerja. Namun alih-alih menghilangkan
peran-peran ini, keluarga tetap mempertahankan fungsinya karena unit perusahaan
keluarga “cenderung meniru sifat struktural ekosistem induk” (Hawley, 1986,
hal. 86).
Lebih jauh lagi, unit keluarga cenderung tertutup
terlepas dari keterbukaan ekosistemnya (lihat Hawley, 1986), yang menunjukkan
sifat konservatif atau kelembaman yang melekat pada organisasi keluarga.
Sebagian dari kelembaman ini berasal dari sifat komensalistik organisasi. Namun
seiring bertambahnya usia Ketrin, dia harus berbuat lebih banyak untuk
membantu keluarga karena ayahnya juga akan mencari pekerjaan selain peran rumah
tangganya yang diperluas, dan ibunya yang bekerja tidak akan lepas dari aspek peran
ibunya. Dalam rumusan Bronfenbrenner (1979), “Pengaturan yang berbeda memiliki
pola peran, aktivitas dan hubungan yang berbeda bagi orang-orang dalam
pengaturan tersebut” (hal. 109). Dan Hawley (1986) mungkin mengatakan,
“Peningkatan intensitas spesialisasi pada setiap fungsi tertentu disertai
dengan peningkatan intensitas spesialisasi pada semua fungsi yang saling
melengkapi” (p. 85). Dalam hal ini, kita juga dapat melihat perubahan sistem
sekolah, dimana baik ibu maupun ayah tidak dapat membantu dalam pengawasan dan
transportasi dalam kunjungan lapangan dan sebagainya. Memang benar, “perubahan
ekosistem terjadi ketika informasi baru diubah menjadi fungsi baru
(spesialisasi) atau peningkatan spesialisasi fungsi lama” (Hawley, 1986, hal.
60). Oleh karena itu, perubahan yang dialami keluarga Ketrin dan keluarga
lainnya mungkin berdampak pada sistem pendidikan. Dan dalam jangka panjang,
demonstrasi bahwa “adaptasi” tersebut diperlukan dapat menyebabkan generasi
Ketrin mengurangi jumlah anak yang mereka miliki sehingga reorganisasi lebih
mudah dilakukan. Pembatasan kesuburan seperti ini akan menyebabkan perubahan
pada tingkat populas
Prinsipnya dasarnya adalah keterhubungan dan keterikatan
berbagai tingkat ekologi dan kebutuhan adaptasi yang terus-menerus terhadap perubahan yang konstan.
Variasi Teori Ecological Framework
Demografi dan ekologi keluarga
Demografi adalah sebagai analisis sistematis feneomena populasi.
Sejak awal demografi telah berkaitan dengan studi banyak variabel ”keluarga”
seperti kematian dan kelahiran. Orientasi teoritis pokok yang disediakan adalah
fokusnya pada bagaimana pengelompokkan sosial terjalin dalam ruang dan waktu
untuk setiap masyarakat tertentu. Demografi dalam ekologi berfokus pada
karakteristik populasi dan perubahan populasi. Ekologi demografi juga diperluas
mencakup cara kelompok sosial beradaptasi dan bereaksi terhadap perubahan
lingkungan. Contohnya keluarga etnis beradaptasi terhadap ketegangan yang
terkait dengan akulturasi sambil menolak nilai-nilai budaya dominan yang
mungkin melemahkan gaya pengasuhan.
Ekologi Perkembangan Manusia
Bronfen mengkaitkan ide dari teori ekologi Kurt Lewin
untuk merumuskan ide dalam bukunya The Ecology Of Human Development.
Bronfen berpendapat jika anak selalu berkembang dalam konteks jenis hubungan
keluarga dan bahwa perkembangan merupakan hasil bukan hanya faktor genetik
tetapi juga interaksi seseorang dengan keluarga dekat dan akhirnya dengan
komponen lain dari lingkungan.
Sosiobiologi & Bioekologi Keluarga
Ahli sosiobiologi keluarga menerima konsep bahwa perilaku
manusia adalah interaksi yang kompleks dari genetik dan lingkungan. Konsep
utama yang digunakan dalam sisiobiologi adalah kesesuaian inklusif atau
pemilihan keluarga. Kesesuaian inklusif mengacu pada individu yang berperilaku
dengan cara memaksimalkan keberhasilan reproduksi mereka sendiri atau kerabat
mereka. Artinya individu berupaya untuk memaksimalkan transmisi gennya ke
generasi berikutnya. Contoh dari memaksimalkan keberhasilan reproduksi adalah
orang tua memiliki sedikit anak tetapi berinvestasi banyak dalam perawatan dan
sosialisasi anak tersebut sehingga gen selanjutnya dari anak tersebut akan
berkualitas.
Ilmu Ekologi Manusia, Keluarga dan Konsumen
Sejak awal, ekonomi rumah tangga telah menjadi salah satu
bentuk ekologi manusia. Richards memiliki visi jika hanya melalui konsumsi
cerdas dan pengelolaan sumber daya rumah tangga, masyarakat kita dapat
memerangi limbah dan polusi akibat kapitalisme yang tidak terkendali. Penerapan
pengetahuan dan prinsip ilmiah dalam manajemen rumah dapat membantu
permasalahan kapitalisme.
Deacon dan Firebaugh (1988) mengembangkan kerangka ekologis untuk pengambilan keputusan keluarga. Mereka melihat keluarga sebagai sistem yang berinteraksi dengan lingkungannya. Sumber daya dan beberapa kebutuhan untuk keluarga berasal dari luar keluarga. Sistem keluarga didekomposisi menjadi subsistem pribadi individu dan subsistem manajerial keluarga. ”perubahan apa yang diperlukan untuk menghasilkan kemajuan manusia?” dan ”apa yang harus dilakukan untuk mewujudkan nilai-nilai universal demi kebaikan bersama seperti kecukupan ekonomi, kesetaraan dalam akses terhadap sumber daya dan peluang, peningkatan kebebasan dan keadilan."
Aplikasi Empiris Teori Ecological Framework
Pengaruh penitipan anak pada anak kecil.
Penitipan anak memiliki dampak pada perkembangan dan pertumbuhan anak-anak.
Anak-anak yang diasuh dengan aturan penitipan anak dan pengasuh keluarga, untuk
tahun-tahun awal kehidupan anak akan banyak mengalami resiko negatif. Ketika
anak kurang mendapatkan kasih sayang dari ibunya pada usia 12 – sampai 18 bulan
mereka akan menjadi lebih memberontak dan agresif ketika usia 3-8 tahun.
Penganiayan anak
Hubungan orang tua dan anak tertanam dalam suatu komunitas dimana orang
dewasa lain yang memiliki sumber daya lebih besar berinteraksi dengan pasangan
orang tua dan anak tsb maka penganiyaan terhadap anak akan lebih sedikit
dibandingkan dengan pasangan orang tua dan anak yang terisolasi secara sosial.
Penganiyaan anak berkaitan dengna status sosial ekonomi. Ketika sosial ekonomi
dikendalikan maka resiko anak akan dikaitkan dengan karkterisitik lingkungan
sekitar.
Implikasi Pada Intervensi Teori Ecological Framework
Pemberian Layanan Kesehatan ”Komunitas Keluarga”
Campbell (1993) mengemukakan bahwa salah satu bidang penerapan teori
ekologi yang penting adalah dalam pemberian layanan kesehatan. Para pengambil
kebijakan di semakin banyak negara secara kritis mengkaji kenaikan biaya
layanan kesehatan. Bagi beberapa negara tersebut, salah satu solusinya adalah
beralih dari program pengobatan penyakit “rumah sakit umum” ke model berbasis
komunitas atau keluarga yang menekankan pada kesehatan dan pengobatan. Dalam
pengobatan berbasis komunitas, lebih ditekankan pada keluarga sebagai penyedia
layanan dan unit pengobatan. Dalam praktik keluarga, dokter dapat bekerja sama
dengan ahli gizi dan terapis keluarga untuk memberikan layanan yang ditujukan
kepada keluarga (Bloch, 1983). Selain itu, keluarga mungkin memerlukan dukungan
khusus karena beban pengasuhan yang mereka tanggung semakin tinggi (misalnya,
Gatz, Bengtson, & Blum, 1990).
Kritik dan Kesimpulan Teori Ecological Framework
Gagasan dasar dari teori ini adalah pertumbuhan terjadi melalui interaksi
dengan lingkungan dan ekologi manusia memuat bab mengenai pertumbuhan, evolusi,
perluasan ruang dan waktu tetapi tidak ada mengenai pembusukan, disintegrasi
dan kematian.
Ada tahapan yang belum teridentifikasi mengenai perubahan kapan
sebab-akibat ontogenetik berubah menjadi sebab-akibat sosiogenik.
Teori ini menetapkan tingkat analisis yang belum kompleks aturannya,
misalkan perilaku dijelaskan dari varians kumpulan gen, jika kejahatan dengan
kekerasan di suatu kota meningkat lalu kita ingin menganalisisnya dengan
perubahan dalam kumpulan gen atau populasi dan ragu jika kumpulan gen bisa
berubah begitu cepat dengan tingkat migrasi yang normal, jadi bagaimana tingkat
analisisnya yang tepat individu, kelompok, organisasi atau tingkat analisis
lainnya?
Banyak kritikus menyatakan jika teori ini adalah metafora yang membuat
peka. Sebuah teori harus mengidentifikasi proses terjadinya perubahan tapi
teori ini tidak ada.
Logika yang mendasari teori ini pada dasarnya bersifat tautologis atau
melingkar. Contohnya perubahan bentuk disebabkan oleh adaptasi dan seleksi
terhadap perubahan selanjutnya yang disebabkan oleh evolusi. Berarti teori ini
mendefinisikan mengenai perubahan demi perubahan.
Pembangunan teori ekologi manusia ini sarat nilai.
Teori ini memiliki keluasan untuk membahas mengenai perspektif manusia yang
bersifat biologis dan sosial. Teori ini memiliki prospek menarik untuk
mempelajari anggota keluarga individu, keluarga sebagai kelompok dan konteks
ekologi umum dimana kelompok-kelompok tersebut berfungsi.
Daftar Pustaka
White, J. M., Martin, T. F., & Adamsons, K. (2018). Family theories: An introduction. Sage Publications.







Komentar
Posting Komentar