Mengenal Metode Wawancara Dalam Psikologi

 



Apa itu Wawancara?

Wawancara adalah salah satu metode pengumpulan data dengan cara mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden. Wawancara adalah salah satu bagian terpenting dari setiap survey. Tanpa wawancara, peneliti akan kehilangan informasi yang hanya dapat diperoleh dengan jalan bertanya langsung kepada responden. Data semacam itu merupakan tulang punggung suatu penelitian survey. Menurut Nazir (1988) wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara).

Wawancara merupakan metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian (Lerbin, 1992 dalam Hadi, 2007). Tanya jawab ‘sepihak’ berarti bahwa pengumpul data yang aktif bertanya, sementara pihak yang ditanya aktif memberikan jawaban atau tanggapan. Ketika kita mewawancarai orang kita juga harus bisa untuk menghargai orang lain, dengan cara menatap matanya ketika si penjawab mulai menjawab pertanyaan kita. Wawancara juga harus memiliki timbal balik, kita sebagai pewawancara juga harus merespon jawaban si penjawab, jangan hanya mengangguk dan mencatatnya lalu bertanya kembali. Semua itu dilakukan untuk membuat si penjawab merasa nyaman dengan sesi wawancara yang kita lakukan.

Kemampuan dasar seseorang untuk bisa melakukan wawancara yaitu, empati, teknik bertanya sesuai usia, keterampilan observasi, pendengar yang baik. Tujuan wawancara itu sendiri adalah untuk mengatasi masalah atau mengurangi masalah langsung dengan si objek. Dengan melakukan metode wawancara kita juga akan mendapatkan kelebihannya yaitu informasi yang kita dapatkan lebih jelas dan langsung bertatap muka dengan narasumber. Namun wawancara juga memiliki kekurangan yaitu, terlalu banyak memakan waktu. 

Metode Wawancara

Untuk mendapatkan informasi ada beberapa metode yang di gunakan oleh pewawancara mengadakan wawancara.

  1. Mencatat, para pewawancara biasanya menyiapkan buku dan pulpen untuk mencatat jawaban – jawaban dari narasumber. Ketika mencatat jawaban tersebut, pewawancara akan menulisnya dengan sangat cepat dengan cara hanya menuliskan point – pointnya saja. Karena kalau tidak, mereka tidak akan mendapat informasi yang telah diutarakan oleh narasumbernya. Setelah mendapatkan catatan hasil wawancara, barulah catatan itu dikembangkan dengan tulisan yang baik dan informative.
  2. Merekam/Recording, pewawancara membutuhkan suatu alat yang berupa perekam suara. Alat ini digunakan untuk merekam jawaban – jawaban yang diberikan oleh narasumber, sehingga mereka tidak akan kehilangan informasi sedikitpun. Setelah mendapat rekaman, pewawancara akan menulis transkip tanya jawab tersebut dan menjadikannya sebuah tulisan berita.
Jenis-Jenis Wawancara

Ada beberapa macam kegiatan wawancara yang dikelompokkan berdasarkan cara pelaksanaannya, yaitu :

  1. Wawancara Tertutup, yaitu wawancara yang dilakukan dengan cara tertutup. Pewawancara harus menjaga atau merahasiakan nama maupun informasi mengenai narasumbernya dengan cara memalsukan atau memberi inisial nama narasumber. Wawancara tertutup ini bisa juga diartikan sebagai wawancara yang pertanyaan – pertanyaannya terbatas dan telah tersedia jawabannya yang berupa pilihan. Contohnya adalah wawancara yang menggunakan lembar questionnaire.
  2. Wawancara Terbuka, wawancara ini bertolak belakang dengan jenis wawancara tertutup. Wawancara ini dilakukan dengan tidak merahasiakan informasi mengenai narasumbernya dan juga memiliki pertanyaan – pertanyaan yang tidak terbatas atau tidak terikat jawabannya. Contohnya adalah wawancara yang meminta narasumber untuk memberikan penjelasan lengkap mengenai suatu hal.
  3. Wawancara Konferensi, adalah  wawancara yang dilakukan oleh seorang pewawancara dengan sejumlah narasumber dan sebaliknya. Contohnya adalah wawancara yang dilakukan di acara – acara televisi atau talk show, wawancara yang dilakukan oleh seorang pewawancara kepada sejumlah narasumber di acara formal atau diskusi publik, dan wawancara jarak jauh (teleconference) yang banyak dilakukan di acara – acara berita.
  4. Wawancara Kelompok, adalah wawancara yang dilakukan oleh sejumlah pewawancara kepada narasumber dan dilaksanakan pada waktu yang bersamaan. Hal ini hampir sama dengan wawancara konferensi, tetapi pada wawancara kelompok pertanyaan – pertanyaan yang diajukan oleh setiap pewawancara berbeda – beda. Contohnya adalah wawancara kepada seorang artis, pejabat yang berprestasi atau sedang terkena skandal.
  5. Wawancara Individual, adalah wawancara yang dilakukan oleh seorang wawancara dengan seorang narasumber. Wawancara ini disebut juga dengan wawancara perorangan. Contohnya adalah wawancara yang dilakukan oleh wartawan dalam mencari berita.
  6. Wawancara Terpimpin, wawancara ini juga disebut dengan wawancara terstruktur. Wawancara jenis ini biasanya menggunakan beberapa pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya baik oleh pewawancara maupun narasumbernya. Contohnya adalah wawancara yang sering terjadi di acara – acara talk show bertemakan khusus kepada narasumber seperti dokter, polisi dll.
  7. Wawancara Bebas, adalah jenis wawancara yang pertanyaannya tidak disiapkan terlebih dahulu. Dengan kata lain wawancara ini terjadi spontan bergantung pada suasana dan keadaan ketika kegiatan wawancara berlangsung. Wawancara ini sering disebut juga wawancara tidak berstruktur.

Komentar

Postingan Populer