Perkembangan Masa Remaja
Masa remaja adalah masa peralihan antara masa
kanak-kanak menuju ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, sosial, dan
emosional. Piaget mengatakan bahwa secara psikologis, masa remaja adalah usia
dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana individu
berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa
dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan
yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak (Hurlock, 2013). Masa remaja
adalah masa perkembangan antara kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya
dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan
berakhir pada usia akhir belasan tahun awal dua puluhan (Papalia, Olds dan
Friedman, 2009).
Ciri-ciri remaja menurut Hurlock (2003), antara lain :
a. Masa remaja sebagai periode yang penting
b. Masa remaja sebagai periode pelatihan
c. Masa remaja sebagai periode perubahan
d. Masa remaja sebagai masa mencari
identitas
e. Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan
ketakutan
f.
Masa remaja sebagai masa yang tidak realistis
g. Masa remaja sebagai ambang masa dewasa
Menurut Wong (2009), karakteristik
perkembanganremaja dapat dibedakan menjadi :
1. Perkembangan Psikososial
Teori perkembangan psikososial menurut Erikson dalam Wong (2009), menganggap bahwa krisis perkembangan pada masa remaja menghasilkan terbentuknya identitas. Identitas kelompok menjadi sangat penting untuk permulaan pembentukan identitas pribadi.
2. Emosionalitas Remaja
Sementara remaja awal bereaksi cepat dan emosional, remaja akhir dapat mengendalikan emosinya sampai waktu dan tempat untuk mengekspresikan dirinya dapat diterima masyarakat.
3. Perkembangan Kognitif
Teori perkembangan kognitif menurut Piaget dalam Wong (2009), remaja tidak lagi dibatasi dengan kenyataan dan actual, yang merupakan ciri berpikir konkret; mereka juga memerhatikan terhadap kemungkinan yang terjadi.
4. Perkembangan Moral
Remaja dapat dengan mudah mengambil peran orang lain. Mereka memahami tugas, kewajiban dan konsep peradilan, namun mereka juga mempertanyakan peraturan-peraturan moral yang telah ditetapkan.
5. Perkembangan Spiritual dan Sosial
Remaja mungkin memerlukan eksplorasi
terhadap konsep keberadaan Tuhan yang pada akhirnya menghasilkan perumusan dan
penguatan spiritualitas mereka. Untuk memperoleh kematangan penuh remaja harus
membebaskan diri mereka dari dominasi keluarga dan menetapkan sebuah identitas
yang mandiri dari wewenang orang tua. Walaupun orang tua member pengaruh utama
dalam sebagian besar kehidupan, bagi sebagian remaja teman sebaya dianggap
lebih berperan penting ketika masa remaja dibandingkan masa kanak-kanak.



Komentar
Posting Komentar