Review Materi Psikologi Perkembangan

 


II. Konsep Pertumbuhan dan Perkembangan Kehidupan Manusia

Secara garis besar perspektif masa hidup adalah umur manusia. Perkembangan adalah pola perubahan yang dimulai sejak masa pembuahan dan terus berlangsung selama hidup manusia. Tujuan dari studi tentang perkembangan manusia ini adalah memahami lebih dalam tentang apa dan bagaimana proses perkembangan manusia baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Tahapan/Fase perkembangan manusia memiliki 8 tahap dan semuanya memiliki tugasnya masing – masing, yaitu dimulai dari tahap prenatal, masa bayi (0-3 tahun), masa kanak – kanak awal (3-6 tahun), masa kanak – kanak tengah/akhir (6-12 tahun), masa remaja (12-20 tahun), periode dewasa awal (20-40 tahun), periode dewasa madya (40-65 tahun), periode dewasa akhir atau lansia (65 tahun – end).

Karakteristik perkembangan berlangsung seumur hidup, multidimensi, multiarah, multidisiplin, plastis dan kontekstual melibatkan pertumbuhan, pemeliharaan, regulasi dan dibangun melalu kerja sama factor biologis, sosiokultural, dan individual. Tugas – tugas perkembangan adalah tugas yang harus diselesaikan individu pada fase – fase atau periode kehidupan tertentu dan apabila berhasil mencapainya mereka akan bahagia, tetapi jika mereka gagal mereka akan kecewa dan perkembangan selanjutnya akan mengalami kesulitan. Adapun tugasnya tiap tahap perkembangan adalah tugas sesuai dengan usianya, contoh tugas perkembangan pada tahap masa bayi (0-3 tahun) adalah belajar memakan – makanan padat, belajar berjalan, belajar berbicara.

 

III. Sejarah & Ruang Lingkup Psikologi Perkembangan, Metode Penelitian/Pengukuran dalam Psikologi Perkembangan

Sejarah singkat mengenai psikologi perkembangan adalah pada awalnya psikologi berkembang dimulai dari tahapan masalah usia. Sejarahnya di bagi ke dalam tiga periode yaitu, pertama Minal awal dalam mempelajari psikologi perkembangan pada anak, kedua sebagai dasar – dasar secara ilmiah dalam psikologi perkembangan, ketiga muncul psikologi perkembangan secara modern. Tokoh – tokoh psikologi perkembangan sendiri ada Wilhelm Wundt (1832 – 1920), Ivan Pavlov (1849 – 1936), Emil Kraepelin (1856 – 1926), Sigmund Freud (1856 – 1939), Alfred Binet (1857 – 1911), Alfred Adler (1870 – 1937), Carl Gustav Jung (1875 – 1961), John Watson (1878 – 1958), Max Wertheimer (1880 – 1943), Henry Alexander Murray (1893 – 1988), Jean Piaget (1896 – 1980), Carl Rogers (1902 – 1987),  Erik Erikson (1902 – 1994), Abraham Maslow (1908 – 1970), Burrhus Frederic Skinner (1904 – 1990), Hans Eysenck (1916 – 1997), Albert Bandura (1925 - ). Ruang lingkup psikologi perkembangan adalah cabang dari psikologi, objek pembahasaannya adalah perilaku atau gejala jiwa seseorang. Tahapannya dimulai dari masa konsepsi hingga masa dewasa. Secara garis besar tujuan mempelajari ilmu ini adalah untuk memahami garis besar, pola umu, perkembangan dan pertumbuhan anak pada tiap fase – fasenya.

Model pengukurannya ada empat yaitu, metode observasi atau pengamatan adalah metode pengumpulan data melalui pengamatan perilaku dalam situasi tertentu kemudian mencatat peristiwa yang diamati dengan sistematis dan memaknasi peristiwa yang diamati. Metode wawancara dan kuesioner, wawancara adalah salah satu metode pengumpulan data dengan cara mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden, sedangkan kuesioner adalah teknik pengumpulan data/ informasi yang memungkinkan analisis mempelajari sikap- sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang dalam suatu kelompok/ organisasi. Metode studi kasus, merupakan penelitian yang digunakan untuk memperoleh sebuah gambar terperinci mengenai aspek-aspek psikologis seseorang terutama digunakan dokter atau ahli psikologi klinis untuk mengobati pasiennya dan mencoba merekontruksi riwayat kehidupan masa lalu subjek berdasarkan datanya, laporan keluarga dan catatan lain. Metode tes terstandar, merupakan metode penyelidikan yang menggunakan soal-soal, pertanyaan-pertanyaan atau tugas-tugas lain yang telah distandarisasikan. Selanjutnya adalah metode pendekatan, terbagi menjadi empat yaitu, pendekatan longitudinal adalah pendekatan dalam penelitian yang dilakukan dengan cara menyelidiki perkembangan manusia dalam jangka waktu yang lama atau sebagai waktu dari hidup manusia tersebut. Pendekatan cross-sectional adalah pendekatan dalam penelitian yang dilakukan dengan cara menyelidiki perkembangan manusia dari beberapa kelompok dalam jangka waktu yang relatif singkat. Pendekatan sekuensial adalah pendekatan kombinasi dari longitudional dan cross-sectional. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk membandingkan perbedaan individual dan perkembangan. Pendekatan cross-culture adalah pendekatan dalam penelitian yang mempertimbangkan factor – factor lingkungan maupun kebudayaan yang dapat memengaruhi perkembangan manusia.

 

IV. Teori – Teori dalam Psikologi Perkembangan

1.      Teori Mekanistik : teori yang memandang perkembangan manusia sebagai serangkaian respons pasif dan dapat diramalkan untuk rangsangan, teori ini dipelopori oleh John Locke.

2.      Teori Organismik : teori yang memiliki pandangan yang menganggap bahwa manusia merupakan suatu keseluruhan (Gestalt), yang lebih daripada hanya penjumlahan dari bagian – bagiannya.

3.      Teori Psikoanalitik : teori ini berfokus pada masalah alam bawah sadar, sebagai salah satu aspek kepribadian.

4.      Teori Psikososial : menurut teori ini, kepribadian terbentuk ketika seseorang melewati tahap psikososial sepanjang hidupnya.

5.      Teori Kognitif : teori ini menekankan pada pikiran – pikiran sadar untuk memahami perkembangan pemikiran logis dan dampaknya terhadap perilaku.

6.      Teori Behavioristik : teori ini mengemukakan bahwa kunci untuk memahami perkembangan terletak pada perilaku yang dapat diamati dan respons individu terhadap stimulus lingkungan.

7.      Teori Belajar Sosial : teori ini dikemukakan oleh Albert Bandura yang menjelaskan bahwa banyak perilaku manusia dipelajari dengan cara mengamati perilaku dan sikap – sikap orang lain dan menggunakannya sebagai contoh bagi perilaku kita sendiri.

8.      Teori Etologis : teori ini menekankan bahwa perilaku sangat dipengaruhi oleh biologi, terkait evolusi, dan ditandai oleh periode – periode kritis.

9.      Teori Ekologis : teori ini memberikan tekanan bahwa perilaku dipengaruhi oleh sistem lingkungan.


V. Prinsip – Prinsip  Perkembangan, Hukum – Hukum Pertumbuhan dan Perkembangan

Prinsip – prinsip perkembangan :

1.      Perkembangan Melibatkan Perubahan

2.      Perkembangan Awal Lebih Kritis daripada Perkembangan Selanjutnya

3.      Perkembangan Merupakan Hasil Proses Kematangan dan Belajar

4.      Perkembangan Mengikuti Pola Tertentu yang Dapat diramalkan

5.      Pola Perkembangan Memiliki Karakteristik Tertentu

6.      Terdapat Perbedaan Individu dalam Perkembangan

7.      Setiap Periode Perkembangan Memiliki Karakteristik Khusus

8.      Terhadap Harapan Sosial pada Setiap Periode Perkembangan

9.      Setiap Perkembangan Mengandung Bahaya Potensial/Resiko

10.  Kebahagiaan Bervariasi pada Berbagai Periode Perkembangan

Hukum – Hukum Pertumbuhan dan Perkembangan :

1.      Hukum Konvergensi : Pandangan pendidikan tradisional di masa lalu berpendapat bahwa hasil pendidikan yang di capai anak selalu di hubung – hubungkan dengan status pendidikan orang tuanya (aliran nativisme). Manusia adalah hasil bentukan dari pembawaan.

2.      Hukum Mempertahankan – Mengembangkan Diri : Dorongan mempertahankan diri disusul dengan dorongan mengembangkan diri. Misal anak bayi yang lapar dia akan menangis.

3.      Hukum Masa Peka : Suatu masa yang paling tepat untuk berkembang suatu fungsi kejiwaan fisik seorang anak. Sebab perkembangan suatu fungsi tersebut berjalan secara serempak/bersamaan antara satu dengan yang lainnya.

4.      Hukum Kesatuan Anggota : Tiap – tiap anak itu terdiri dari organ – organ tubuh, yang merupakan satu kesatuan diantara prgan – organ yang antara fungsi dan bentuknya, tidak dapat dipisahkan berdiri integral. Contohnya perkembangan kaki yang semakin besar dan panjang mesti diiringi oleh perkembangan otak, kepala, tangan dll.

5.      Hukum Tempo Perkembangan : Tahapan perkembangan berlangsung secara berurutan, terus – menerus dan dalam tempo perkembangan yang relative tetap serta bisa berlaku umum. Individu memiliki masa perkembangan yang berbeda, ada yang lambat ada yang cepat.

6.      Hukum Irama Perkembangan : Perkembangan mengalami pasang surut, mulai lahir hingga dewasa, kadangkala anak tersebut mengalami kemunduran dalam suatu bidang tertentu.

7.      Hukum Rekapitulasi : Perkembangan jiwa anak adalah ulangan kembali secara singkat dari perkembangan manusia di dunia dari masa berburu hingga masa industri. Dapat dikatakan jika perkembangan jiwa anak mengalami ulangan ringkas dari sejarah kehidupan umat manusia.

 

VI. Karakteristik dan Proses Tumbuh Kembang Masa Pranatal

Pembentukan periode pranata, masa prenatal adalah periode awal perkembangan manusia yang dimulai sejak konsepsi, yaitu ovum wanita dibuahi sperma laki – laki sampai dengan waktu kelahiran seorang individu. Pada periode ini terjadi perkembangan yang relative singkat, namun pada periode inilah terjadi perkembangan yang sangat cepat dalam diri individu. Dalam pembuahan yang normal, ovum berada dalam salah satu tabung falopi yang bergerak dari satu ovarium ke Rahim. Setelah satu sperma memasuki ovum, permukaan ovum langsung berubah sehingga tidak ada lagi sperma yang dapat masuk. Bila satu sperma telah menembus dinding ovum, maka inti sel saling mendekat. Membaran yang mengelilingi masing – masing pceah, dan kedua inti bersatu (Seifert & Hoffnung, 1994). Mekanisme hereditas/keturunan, factor hereditas ada karena adanya gen sebagai unit informasi yang diturunkan dari orang tua ke anak untuk memproduksi dan menghasilkan protein yang terus berkembang. Gen ini juga memiliki fungsi untuk memunculkan karakteristik seorang manusia. Seperti karakteristik fisik yang mencangkup bentuk tubuh, warna kulit, jenis kelamin, ras, perkembangan fisik, dan ekspresi wajah. Dan ada karakteristik nonfisik, seperti sifat, intelegensi, bakat, penyakit, mentalitas, emosi, watak.

Pengaruh keturunan dan lingkungan, bahwa semua yang berkembang dalam diri suatu individu ditentukan oleh pembawaan dan juga oleh lingkungannya dan adapula lebih di tentukan oleh pembawaannya. Dapat dikatakan jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan yang turun temurun oleh aktifitas atau penentuan manusia sendiri yang dilakukan dengan bebas di bawah pengaruh factor – factor lingkungan tertentu berkembang menjadi sifat – sifat. Perkembangan dan tahapan dalam periode prenatal ada tiga yaitu, tahap germial (germinal stage) periode ini berlangsung 2 minggu pertama sejak pertemuan antara sel sperma dan sel telur, tahap embrionik(embryonic stage) dimulai dari 2 minggu sampai 8 minggu yang ditandai dengan perubahan organ utama dan sistem fisiologis, tahap janin (fetus stage) dimulai sejak usia 9 minggu sampai lahir. Ini adalah menurut (Seifert & Hoffnung, 1994).

 


Komentar

Postingan Populer